Jaringan Internet Sebagai Salah Satu Langkah Peningkatan Perekonomian Daerah

Internet pelosok adalah salah satu langkah untuk meluaskan jaringan informasi dan komunikasi ke desa. Kini, desa tidak lagi dianggap sebagai wilayah luar peradaban oleh masyarakat kota. Jaringan listrik hingga internet telah berkembang dan memberikan banyak manfaat untuk perkembangan desa, terutama dilihat dari sisi perekonomian. Jika biasanya desa identik dengan petani, maka sumber penghasilan warga desa tidak lagi hanya dari sektor pertanian. Bisa dilihat bahwa banyak pedesaan yang mulai mengembangkan sektor pariwisata yang mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Adanya internet membuat penduduk desa mengakses berbagai informasi untuk meningkatkan perekonomia selain dari sektor pertanian pergi ke sini.

Manfaat penggunaan internet di desa salah satunya adalah sebagai media untuk promosi desa. Hal ini sangat penting bagi desa yang mengandalkan keindahan alam sebagai salah satu pemanfaat sumberdaya alam atau pengembangannya yang mengarah ke sana. Promosi desa melalui internet akan menarik banyak pengunjung dalam waktu singkat, biaya yang terjangkau serta jangkauan promosi yang lebih luas. Penduduk desa tidak perlu mencetak selebaran atau memasang iklan di koran yang memiliki biaya mahal. Hanya dengan satu kali klik, maka promosi dapat tersebar di internet.

Selain digunakan sebagai sarana promosi, manfaat lainnya adalah internet digunakan sebagai jaringan komunikasi untuk memasarkan produk desa. Jika penjualan sebelumnya hanya ada di tingkat lokal hingga interlokal, maka dengan internet jangkauan tersebut dapat mencapai tingkat internasional. Sistem pemasaran e-commerce kini banyak digunakan oleh masyarakat kota sehingga pemilik usaha kecil di desa dapat meningkatkan pemasaran ke tingkat yang lebih tinggi.

Manfaat selanjutnya yang didapat dengan masuknya internet ke desa adalah sebagai media untuk memberikan edukasi bagi warga desa. Kini, banyak pelajar yang dapat mengakses pengetahuan lebih luas melalui internet. Begitu pula dengan warga desa yang dapat meningkatkan soft skill yang tidak kalah dengan masyarakat kota. Media pembelajaran dalam wujud audio visual akan lebih mudah diterima dan dipelajari, sehingga masyarakat desa tidak terus menerus terjebak pada kemampuan yang sama dan tidak mengalami perkembangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *